Jumat, 07 Maret 2014

pindah alamat ke www.kemasan.net

Dear All

setelah sekian lama berkecimpung di blogspot
dengan ini AA Packaging House mau pindahan .....
silahkan mampir ke laman kita yang lebih luas
www.kemasan.net
kami tunggu yoooo .....
salam peluk dan cinta hee.....

AA Packaging House and Team

Senin, 23 April 2012

Hasil Study Kemasan Di Australia (Oleh-oleh dari Australia)

Dear All

Sesuai dengan permintaan rekan-rekan UKM Indonesia per email beberapa hari ini, maka dengan senang hati kami mencoba berbagi inti sari dari perjalanan study kemasan kami di Australia.

Tidak banyak memang perbedaan kemasan yang kita miliki dibanding kemasan yang ada di Australia.  sebagai informasi bahwa selama kami study dan wawancara dengan pihak-pihak terkait, kami simpulkan bahwa kegiatan UKM di sektor makanan (snack) dan minuman di Australia hampir tidak ada.  selama lawatan kami, hingga pulang ke Indonesia tidak banyak UKM yang bergerak dibidang MAMIN, paling hanya satu dua, dan itupun sebatas cookies khas Australia. dan kemasannya pun juga sangat sederhana yaitu dibungkus Plastik/ Mika lalu dilabeli dengan stiker, yah cuma sesederhana itu saja.  Hal ini disebabkan sedikitnya UKM di Australia sehingga dengan kemasan yang sederhana pun sudah bisa bersaing di pasar.  Lain halnya dengan yang terjadi di negara kita dimana UKM saling berebut perhatian pelanggan sehingga ide-ide inovative bermunculan.  coba bandingkan kemasan UKM negara kita dibanding dengan negara Maju seperti Australia




disamping kiri adalah contoh kemasan Cookies Hand Made dari australia, sedangkan gambar "kemasan dodol" sebelah kanan adalah kemasan UKM Indonesia.  jelas kemasan kita lebih menarik dibanding dengan kemasan negara maju seperti Australia.

Dengan begitu apakah kita patut berpuas diri ????  jawabannya sudah jelas TIDAAKKK

boleh jadi di Australia di sektor UKM kemasan kita lebih baik, namun kita tidak bisa berpuas begitu saja, ada 3 hal yang harus saya sampaikan kepada UKM Indonesia apa apa yang patut kita teladani dari study kita ke Australia, yang menurut saya pribadi harus segera di Implementasikan dalam kegiatan usaha kita sebagai UKM.

Apakah ketiga hal Tersebut : ??????

Pertama
Jujur dan Empati......
Lho... apa hubungannya kejujuran dan empati dengan kemasan
begini jawabannya....
Tentunya bagi kita tidak asing menemukan snack - snack yang dijual bebas di indonesia, baik dari produsen Multinasional, produsen Nasional, bahkan UKM yang menjual produknya dengan kemasan yang cukup menggelembung seperti contoh dibawah ini :
gambar diatas adalah salah satu contoh saja, masih buanyak produk lain sejenis yang berisi angin seolah olah kemasan mencerminkan isinya, bahkan tidak sedikit pula konsumen kecewa atas produk yang dibelinya tidak sesuai dengan harapannya, bahkan lebih extreem lagi ada yang berkata "masak kita beli angin, mana produknya, cuman sedikit sekali"

sekarang coba kita bandingkan dengan produk negeri kangguru (australia). coba perhatikan dan simak secara seksama tulisan yang ada didalam kemasan produk ini

Saya jamin pasti ngga kelihatan, tulisannya terlalu kecil yaa...,
Ok akan saya tulis ulang


This bag is sold by weight, not volume.
Air is packed in each bag to cushon against breakage.
Some settling of contents may occur during transit.

jujur saya ngga pinter bahasa Linggis... eh inggris, tapi kurang lebih artinya seperti ini

"Snack yang dijual berdasarkan berat, bukan volume dalam kemasan"
"Udara yang berada didalam kemasan untuk melindungi produk dari kerusakan"
"Beberapa produk mungkin terjadi kerusakan sepanjang pengiriman"

coba betapa jujur dan empatinya produsen terhadap pelanggan.
mungkin kita bisa menjawab pertanyaan konsumen terhadap produk kita yang menggelembung seperti ini, "Pak/ Bu .. kan dikemasan sudah ditulis kalo beratnya sekian gram, Ibu aja yang kurang baca"
Namun di luar negeri (australia) mereka tidak perlu menjawab pertanyaan seperti hal tersebut diatas.

cukup dikemasan ditulis seperti tersebut diatas, sangat jujur dan empati, tidak perlu ada konflik, maupun jawaban yang bisa membuat telinga jadi merah.

untuk itu saya sangat merekomendasikan untuk UKM Indonesia Khususnya, dan pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia, untuk belajar JUJUR dan EMPATI terhadap pelanggan.

Coba bayangkan betapa indahnya jika tiap-tiap produk yang menggelembung ditulis kata kata seperti ini.
"Produk yang kami jual berdasarkan berat, bukan besarnya volume bentuk kemasan" 
 dan dibawahnya ditulis
"produk ini mengandung udara yang bertujuan mengurangi kerusakan selama pengiriman"

asiiik benar....
pelanggan akan merasa diberikan informasi yang sebenarnya dan pelanggan akan merasa sangat dihargai dan dihormati, sehingga jalinan komunikasi antara produsen terbangun dengan baik, yang pada akhirnya menjadi pelanggan setia, dan mereka juga menjadi marketing kita menyampaikan betapa jujurnya kita dan empati terhadap pelanggan.

Ayooooooo cepetan, kita benahi kemasan kita,
mumpung belum ada yang menulis kata-kata tersebut, dikemasan MAMIN  Indonesia.
dan mungkin anda adalah yang pertama...
Bisa jadi kan hee........
jangan lupa komisi untuk saya hee.....  just kidding

oh iya.......

untuk yang kedua dan yang ketiga adalah
Unique product / inovative produk  dan simple namun berkelas
akan kami sampaikan pada kesempatan berikutnya

Semoga UKM Indonesia selalu Bejaya baik Kini maupun dimasa mendatang

Salam Sukses Selalu
AA Packaging


Note
Terima kasih kami ucapkan kepada :
1. Allah SWT karena segala karunia yang tak dapat dihitung
2. Ayah Bunda dan Semua Keluarga yang mendukung study kami
3. Air Asia yang memberikan kesempatan kami terbang dengan Murah
4. Kedutaan Besar Australia atas approval VISA yang super cepat
5. AVAC - Jakarta
6. Disperindag Tenggarong, Dinas Koperasi Jawa Timur, Disperindag HSS Kalsel, ChAIN Center UGM, Antam Cikotok, Antam Bintan, Kementrian Pertanian RI, dan pihak-pihak yang selalu membantu kami dalam memberdayakan UKM di Indonesia.

Senin, 13 Februari 2012

Art-Foil Packaging

 Dear All

Berkenaan dengan banyaknya pertanyaan mengenai inovasi kemasan terbaru dari AA Packaging baik pertanyaan yang melalui email, sms, maupun per phone call,  maka dengan ini kami (AA Packaging) sedikit memberikan gambaran serta contoh dari kemasan "Art Foil" sebagai salah satu produk inovasi terbaru dari AA Packaging, dan juga merupakan produk terbaru dari kemasan UKM Indonesia, sebab sampai saat ini kami masih belum menemukan di perusahaan penyedia kemasan level UKM, yang menggunakan media ini, sehingga dapat dikatakan bahwa AA Packaging adalah pelopor kemasan Art Foil
 kemasan "Art Foil" adalah kemasan yang mengkombinasikan hasil cetak offset dan kemasan alufoil sebagai medianya.  uniknya kemasan ini adalah, hasil yang didapatkan bisa menyerupai hasil rotografure, namun disisi lain UKM Indonesia dapat mencetak kemasan "art foil" ini hanya dengan jumlah yang sangat terjangkau yaitu 1000 lembar.  ini berbeda dengan cetakan rotografure yang mensyaratkan minimal order pemesanan sebesar 200.000 lembar.  sehingga dengan hadirnya AA-Packaging sebagai pelopor kemasan canggih namun terjangkau diharapkan UKM Indonesia dapat bersaing atau setidaknya tidak merasa minder dengan perusahaan multinasional
 "Art Foil" pertama kali kami luncurkan pada 15 January 2012, yaitu kurang dari 1 bulan yang lalu, namun dalam perkembangganya, sampai dengan kami menulis catatan ini sudah puluhan ribu lembar yang kami cetak, umumnya adalah produk-produk pertanian baik itu yang berupa benih, pestisida, dan lain sebagainya.  Umumnya UKM Indonesia yang bergerak dibidang pertanian tersebut merasa sangat senang dan terbantu sekali berkat adanya kemasan "art foil" ini, bahkan beberapa UKM menyatakan bahwa mereka siap bertempur melawan GAJAH-GAJAH.  sungguh suatu kebanggaan tersendiri bagi AA Packaging sehingga dapat menyaksikan secara langsung semangat juang yang kian membara bagi UKM Indonesia, khususnya di sektor pertanian ini
 Tidak hanya sektor pertanian saja, kini sektor pengolahan makanan juga sudah berancang-ancang menggunakan produk inovasi AA Packaging ini,  baik UKM yang datangnya dari kota kami sendiri, pulau Jawa, bahkan sudah merambah seantero Nusantara.  Jujur, kami juga bukan perusahaan yang besar sehingga dengan derasnya permintaan, kami harapkan kesabaran dari para pelanggan setia AA-Packaging untuk diskedulkan sesuai dengan antrian yang telah kami programkan.
Saya yakin dan percaya bahwa dengan adanya wajah baru dari kemasan inovasi AA-Packaging akan menambah rasa percaya diri dari UKM atas produk yang dihasilkannya
 Besar harapan kami bahwa produk kami dapat dinikmati oleh seluruh pelosok negeri, untuk itu kami berharap pihak-pihak yang terkait seperti Kemetrian maupun dinas-dinas terkait seperti dinas pertanian, dinas koperasi, dinas perekonomian, dinas perdagangan dan UKM, serta dinas dinas lainnya yang terkait dapat menyebarluaskan informasi-informasi ini, dan kami juga sangat siap untuk berbagi ilmu serta transfer teknologi ke seluruh pelosok nusantara "jika diperlukan".

Hanya inilah, untuk sementara yang bisa kami sumbangkan untuk Bhumi Pertiwi Indonesia Raya
Semoga Sukses Selalu UKM Indonesia
Salam
AA Packaging

Senin, 06 Februari 2012

Kunjungan Ke UKM BINTAN (Kep Riau)

Setelah beberapa minggu ini disibukkan oleh rutinitas yang mau ngga mau harus kita laksanakan dan suka ngga suka harus kita laksanakan maka, tibalah saat untuk bisa sharing dan bertemu muka dengan teman-teman UKM di kepulauan riau khususnya  di pulau BINTAN.

Kali ini perjalanan kita disponsori oleh Chain Center (Universitas Gajah Mada - Yogyakarta),  sebagai seorang praktisi di bidang kemasan, yang merangkap sebagai motivator khususnya untuk UKM Indonesia,


Saya merasa bangga bisa membagikan segala yang kami ketahui kepada UKM Indonesia, khususnya UKM-UKM yang berdomisili di pelosok negeri, yang mana ilmu mengenai kemasan, bagaimana mengemas dan bagaimana memperoleh kemasan dengan harga terjangkau bisa didapat.

Umumnya yang ada didalam benak UKM Indonesia bahwa kemasan itu adalah :
1. Sulit didapat
2. Harganya Mahal
3. Min Order Quantitynya tinggi

Sehingga jangankan untuk mendapatkan kemasan yang cantik, yang layakpun sepertinya susah dijangkau.  Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan UKM Indonesia mengenai dimana cara mendapatkan kemasan yang seperti dikehendaki, namun bisa membeli dalam porsi yang terbatas.

Umumnya Perusahan Kemasan menerapkan minimum order yang tinggi (mis min order 3000 lembar), namun AA Packaging hadir dengan memberikan solusi yang cerdas untuk UKM Indonesia.
Untuk segala kemasan non printing, min order kemasan sebesar 1 Pcs (1 lembar/ 1 Kantung)
sedang untuk printing dikenakan min order 1000 lembar (sebab sekali cetak offset min 1000 lembar)

Sebagai info tambahan, per january 2012, AA Packaging telah menelorkan ide kemasan yang spectakuler, yaitu menggabungkan antara cetakan offset dengan alufoil, sehingga hasilnya layaknya kemasan rotografure namun hasilnya lebih cantik dan terjangkau.  contoh hasil cetakan dapat dilihat pada gambar ditengah, yaitu gambar kemasan untuk benih jagung yang dipegang oleh ibu berjilbab bergaun hitam

Jika anda berminat, jangan sungkan-sungkan untuk berkonsultasi dengan team AA Packaging
dg no HP. 08123545630
atau 0341-7008073
Team kami akan melayani anda dengan suka hati

Semoga Sukes selalu UKM Indonesia
AA Packaging

Sabtu, 31 Desember 2011

Slongsong Baroqah VS Composite Can

Dear UKM Indonesia yang berbahagia

Masih ingat cerita saya mengenai perjuangan kami mendapatkan selongsong bekas pemain bulu tangkis.  ini adalah sesi lanjutannya, meski ngga ada kaitannya dengan bulu tangkis, namun kali ini kita akan meng-etengah-kan perjalanan dari slongsong bekas menjadi slongsong baroqah

disamping kiri tulisan ini ada 3 gambar. gambar kiri atas adalah gambar 2 selongsong bekas, dimana gambar yang kanan adalah selongsong yang masih polos belum terbungkus oleh etiket, sedang disebelah kanannya adalah selongsong yang telah dibungkus oleh etiket.

Sedang gambar kanan atas adalah selongsong yang berdiri dan selongsong dalam posisi tidur sehingga kelihatan bagian dalamnya.  tampak hanya kertas 100% dikombinasikan dengan tutup plastik.

Sedang Gambar yang paling bawah adalah gambar composite can  VS  slongsong.  begitu jauh perbedaannya, dimana untuk komposite can sisi dalamnya dilapisi oleh alufoil dan sebagai penutupnya adalah kaleng stainles steel yang terkesan kokoh dan higienis.

Namun proses yang kami jalani tidak secara tiba-tiba, artinya proses pengalihan dari selongsong bekas menjadi composite can tidaklah secara kilat begitu saja.  butuh kesabaran dan pengorbanan yang cukup besar.  Masih segar dalam ingatan saya, untuk membuat kemasan yang mirip composite can tidaklah mahal, seingat saya budget masih dibawah satu setengah juta rupiah, tampilan menjadi begitu keren.  yang lebih membahagiakan lagi adalah dengan adanya perubahan tampilan, kita sering diajak serta pameran keseluruh pelosok jawa baik undangan yang datangnya dari dinas, maupun undangan yang berasal dari BUMN dan undangan swasta lainnya

Singkat cerita, dana yang kami investasikan untuk merubah bentuk kemasan tidaklah begitu mahal, dibanding manfaat yang kita peroleh sesudahnya
pesan kami, janganlah takut melakukan perubahan.  jika anda menginginkan perubahan desain kemasan pada produk anda, rubah saja jangan takut, namun jika ingin merubah namun belum ada ide, kami persilahkan sharing (berbagi) dengan AA Packaging, dengan senang hati kita akan full support kepada UKM Indonesia.

Jangan khawatir mengenai biaya, kami akan me"arrange" (mengatur) sedemikian rupa, sehingga UKM Indonesia tidak diberatkan oleh biaya kemasan.  dengan niat ingin berbagi dan maju bersama UKM Indonesia, AA Packaging akan berusaha melayani tiap keinginan UKM Indonesia sebatas kemampuan AA Packaging.

Semoga sedikit berbagi cerita pengalaman AA Packaging dapat menjadi inspirasi UKM Indonesia seluruhnya.  dan kami akan dengan senang hati jika ada UKM yang ingin konsultasi dan berbagi dengan AA Packaging.

Salam Hormat Kami
AA Packaging

"SELAMAT TAHUN BARU 2012"

Rabu, 28 Desember 2011

Bisnis Jalan, Kita Jalan-jalan

Segar dalam ingatan saya ketika berguru pada seorang sahabat mengenai Biz, setelah sharing mengenai bisnis dan segala sesuatu didalamnya, terlontar pertanyaan sederhana namun menggelitik, yaitu apa tolak ukur keberhasilan kita dalam berbisnis. dengan panjang lebar saya menyampaikan bahwa usaha harus maju dibanding tahun lalu, atau jumlah aset maupun omzet harus lebih besar dari yang sudah-sudah, dan lain sebagainya.  Namun sahabat saya tidak berpendapat demikian, sahabat saya menyampaikan buat apa bisnis semakin besar, namun dengan besarnya bisnis membuat kita semakin repot dan tidak punya waktu, bahkan telp harus dinyalakan 24 jam sebagai service kepada pelanggan. itu kuno....., trus saya bertanya, lah kalo begitu apa tolok ukur dari keberhasilan bisnis.  Jawabnya enteng yaitu.... "Bisnis Jalan, Yang Punya Jalan-Jalan"

Sepele kelihatannya, namun setelah saya renungkan ternyata asik juga mejadi pengusaha, dimana usahanya jalan, sedang yang punya juga "jalan-jalan".  mungkin waktu itu saya terlalu sibuk dengan rutinitas dan skedul yang padat sehingga upaya memberi "reward" pada diri sendiri tidak sempat, keuntungan yang terkumpul kami alokasikan seluruhnya ke"modal usaha", dengan harapan semakin besar modal usaha, semakin besar pula profit-nya.  betul memang dengan besarnya omset umumnya profit juga bertambah, namun adakah waktu yang tersisa untuk kita pergunakan bersenang-senang ???.

Sedikit demi sedikit paradigma mengenai bekerja keras mulai kami tinggalkan, kini era-nya bukan bekerja keras lagi namun harus bekerja dengan cerdas.  Pertengahan 2011 kami mencoba "menikmati" hidup dengan jalan-jalan, meski ngga begitu jauh namun perjalanan beserta anak-anak, istri dan orang tua rasanya cukup nikmat.  kali ini tujuan kami adalah ke Singapore dan Malaysia.  Dasar otak pebisnis, rugi dong jika jalan-jalan namun tidak dapat mengambil hikmah dan peluang dari hasil jalan-jalan.  Ketika keluarga asik riang dengan suasana liburan, saya mengalokasikan waktu untuk berburu kemasan, artinya saya kunjungi pusat-pusat oleh-oleh dan makanan ringan di tiap kota kami singgahi, meski tidak mudah dan cukup menyita waktu, namun upaya kami tidak sia-sia.   ada beberapa (namun untuk tulisan kali ini kami akan berikan satu contoh) kemasan yang menjadi inspirasi.  kemasannya yaitu bungkus coklat seperti dibawah ini
mengapa saya ambil inspirasi dari kemasan ini.
pertama bahannya dari duplex, sehingga akan sangat terjangkau UKM
kedua desain bentuknya sederhana namun anggun


dua hal inilah yang menggelitik pemikiran kami untuk mengadopsi bentuk kemasan,  sehingga kedepan kemasan UKM dapat bersaing dengan perusahaan besar.  Sesuai dengan dugaan saya, begitu kita megenalkan kemasan tersebut, dengan cepat di respon dari berbagai kalangan mulai dari UKM hingga pihak dinas pemerintahan dari pulau sumatera, kalimantan dan tentunya dari pulau jawa.  Hasilnya pun juga tidak mengecewakan, umumnya omzet mereka rata-rata naik lebih dari 100 % bahkan ada pula yang lebih dari 300%.  contoh contoh produknya adalah sebagai berikut
Pesanan dari Dinas
Pesanan Perseorangan
Pesanan Instansi

Memang tidak banyak yang bisa kami sumbangkan untuk Negeri ini, namun paling tidak meskipun sedikit, ada peran nyata kami yang bisa kami sumbangkan untuk negeri tercinta ini.

Semoga Sukses Selalu Untuk UKM Indonesia

Salam hangat dari kami
AA Packaging

Note :
Jangan lupa yaa....
Bisnis Jalan, Pengusahanya Jalan-jalan

Minggu, 25 Desember 2011

Slongsong shuttlecock = Go Nusantara

Masih berkaitan dengan "posting" saya terdahulu, kali ini kami menceritakan proses gimana awal bermula produk composite can "NATURE"
coba perhatikan produk dilatar belakang foto model bertopi ini, itu adalah produk dalam komposite can yang berasal dari selongsong shuttle cock. ada dua produk dan dua ukuran yaitu produk keripik nangka dan produk keripik apel yang memiliki berat 50 gram dan 100 gram. sekilas tampak seperti produk yang berasal dari luar negeri. namun jika kita perhatikan dengan seksama, maka jelas sekali bahwa produk tersebut adalah produk lokal bahkan kelas UKM (bukan pabrikan).

untuk mewujudkan impian memang tidak mudah tapi "BISA" dicapai. dengan bermodalkan mimpi dan segenggam harapan, mulailah pengembaran dimulai jiee......
pertama kali untuk mendapatkan slongsong tidaklah semudah yang diangan. pertama kali adalah kami mencari informasi dimana tempat-tempat biasanya orang berlatih bulu tangkis, setelah mendapatkan informasi tersebut mulailah bergrilya. adalah sangat sulit dan memakan waktu yang lama jika kita harus menunggu orang main bulu tangkis sedang kita menanti hingga cock terakhir sehingga kita berharap selongsong dibuang. langkah cerdas kita adalah menghubungi pihak kebersihan gedung dan menyampaikan keinginan kita untuk mengkoleksi selongsong tersebut. dapat memang, namun jumlahnya terlalu sedikit untuk kita gunakan dalam proses selling.

Langkah cerdas berikutnya adalah mencari pabrik dimana shuttlecock tersebut dibuat. dengan semangat 45 mulai dari tanya sana tanya sini, hingga browsing di internet, tersebutlah 2 atau 3 tempat, setelah tanya sana tanya sini ternyata tinggal 2 alamat yang masih relevan dan masih produksi. dengan harapan tinggi kesanalah kita. otomatis ngga sembarangan orang boleh masuk kedalam pabrik, singkat cerita, dari pada cape-cape ngurus ijin masuk dan menjawab ribuan pertanyaan, mending menunggu pegawainya saja pulan dan sedikit bungkus rokok pastilah informasi mudah digali. Betul ngga lama kemudian (meski ngga kurang dari 3 jam heee), waktu pulang tiba. sesuai dengan prediksi, dengan bermodalkan SKSD (sok kenal sok dekat) ditambah sebungkus rokok, informasi tergali. Namun sayangnya informasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita inginkan. ternyata, perusahaan tidak membuat selongsong sendiri, namun ada pihak lain/perusahaan lain yang bertugas khusus membuat selongsongan tersebut.

Informasi yang kami terima bahwa, secara rutin perusahaan selongsongan tersebut mengirimkan ke pabrik seminggu sekali namun schedulenya ngga bisa ditentukan "kata pekerja tersebut". seperti layaknya seorang agen mata-mata, kegiatan pengintaian kita lakukan, sehari dua hari, tidak kunjung tiba namun pada hari yang kesekian ternyata keberuntungan pada pihak kita. setelah proses pengiriman dilakukan oleh pihak pembuat selongsong, kami berusaha mencegat-nya, namun kita gagal menemuinya, jadilah kegiatan menguntit dari belakang hingga kita kehilangan jejak hee......


namun, kegiatan tersebut tidaklah sia-sia, dengan berbekal posisi terakhir kita lihat kendaraan tersebut + tanya sana, tanya sini, mengerucutlah informasi pada daerah tertentu yang memang sangat terpencil, dan ngga akan mudah diketahui oleh banyak orang. singkat cerita perusahaan dapat ditemukan dan hargapun terjangkau. ukuran bisa dipesan cuma caping-nya saja yang menurut saya kurang SSIIIP. yaah namanya juga usaha rakyat, namun dengan usaha yang lumayan menantang hasilnya juga sepadan dengan upaya yang kita usahakan.

meski kini sudah tidak menggunakan selongsong dari shuttlecock lagi, usaha kami sudah berjalan dengan baik. jadi pesan saya untuk UKM Indonesia, jangan pernah menyerah berinovasi, bahkan saat ini pun saya sudah menemukan kemasan yang SIIIP yang akan kami launching awal tahun. dijamin siapapun yang melihat akan terhipnotis dan akan menjadikan kemasan produk terbaru kita sebagai kemasan produknya......

ingin tahu apakah itu......, tunggu tanggal mainnya

Semoga Sukses UKM Indonesia

Wass
AA Packaging